Jumat, 24 Februari 2012

Lampu Penerangan Jalan LED Dengan Kontrol Otomatis

Lampu LED dengan Kontrol Otomatis

Lampu LED dengan Kontrol Otomatis
Oleh : Alpan Irpandi
Dosen Pembimbing : Muhamad Ali, MT
Perkembangan era globalisasi saat ini yang diiringi dengan makin bertambahnya jumlah penduduk yang disertai dengan makin merebaknya pembangunan rumah-rumah tempat tinggal dan gedung-gedung serta pabrik-pabrik industri berdampak pada semakin meningkatnya kebutuhan akan konsumsi energi khususnya energi listrik. Kondisi kehidupan modern saat ini seolah tidak lagi mengenal batas waktu. Aktivitas manusia sudah tidak dibatasi oleh kehadiran matahari sebagai sumber cahaya. Hal ini dimungkinkan karena telah ditemukan sebuah benda transparan yang dinamakan lampu. Jalan merupakan tempat yang paling penting untuk kelangsungan dan kelancaran aktivitas manusia.
Lampu penerangan jalan adalah bagian dari bangunan pelengkap jalan yang digunakan untuk menerangi jalan dan lingkungan sekitar jalan. Begitu pentingnya pemasangan lampu jalan dengan maksud beberapa tujuan seperti untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengendara, khususnya untuk mengantisipasi perjalanan pada malam hari.
Pada saat ini, lampu yang digunakan sebagai penerang jalan masih tergolong lampu yang tidak hemat energi atau dengan kata lain lampu dengan daya yang cukup besar. Hal ini tentu bertolak belakang dengan anjuran dari pemerintah yang menyarankan untuk penghematan daya listrik. Saat ini krisis listrik di Indonesia sudah berada pada level yang sangat mengkhawatirkan.
Berbagai kebijakan pemerintah dilakukan untuk mengatasi krisis listrik di negara ini. Program-program terkait konservasi energi, audit energi, manajemen energi telah banyak dilakukan untuk mendapatkan suatu penghematan terhadap energi listrik  yang diharapkan mampu menekan biaya yang dikeluarkan. Sebagai langkah awal terhadap penghematan konsumsi energi listrik adalah melalui pengidentifikasian terhadap potensi penghematan listrik pada beban-beban listrik. Mengingat begitu pentingnya peran serta fungsi lampu penerangan pada jalan bagi keselamatan pengendara, khususnya pada malam hari maka tidak mungkin untuk mematikan lampu jalan hanya untuk alasan hemat energi khususnya energi listrik. Oleh sebab itu, perlu dilakukan satu rancangan untuk lebih mengefisiensikan energi listrik pada lampu penerangan jalan, yaitu dengan pemanfaatan lampu LED (Light Emiting Dioda). Penggunan LED untuk lampu penerangan jalan karena LED memiliki beberapa keunggulan seperti lebih hemat energi dan lebih terang dan tahan lama dibandingkan dengan lampu yang biasa digunakan pada lampu penerangan jalan saat ini.
Permasalahan yang ada pada lampu penerangan jalan tidak hanya terdapat pada penggunaan lampu yang tidak hemat energi saja. Di daerah-daerah atau di beberapa perkampungan lampu  penerangan jalan masih banyak yang dikendalikan secara manual. Atau dengan kata lain masih perlu “tangan” manusia untuk menghidupkan atau mematikan lampu tersebut. Sehingga perlu dibuat suatu rancangan pada lampu untuk mengotomatiskan hidup dan mati lampu. untuk pengoperasian lampu dalam hal pengoperasian hidup dan mati lampu secara otomatis dapat dilakukan dengan pemanfaatan sensor cahaya. Pemanfaatan sensor cahaya tersebut dimaksudkan agar lampu dapat hidup dan mati secara otomatis, yaitu dimana sensor cahaya tersebut bertugas menangkap dan mendetek pancaran cahaya. Sehingga apabila sensor menangkap cahaya dari pancaran sinar matahari maka sensor akan berfungsi sebagai penyaklar yang akan mengoperasikan lampu untuk mati. Sedangkan apabila sensor tidak menangkap adanya cahaya atau pada saat malam hari maka sensor akan mengoperasikan lampu untuk nyala/ hidup dimana sebelumnya diproses melalui mikrokontroler terlebih dahulu.
Akan tetapi bagaimana jika sistem otomatisasi mengalami kendala-kendala yang menyebabkan sistem otomatisasi menjadi terganggu dan tidak dapat berjalan sesuai yang kita inginkan karena kondisi cuaca yang tidak menentu, sensor mengalami kerusakan atau sensor mengalami gangguan karena terhalang pohon atau tertutup oleh debu dan kotoran. Maka untuk mengatasinya, perlu dibuat suatu back up atau cadangan untuk pengoperasian hidup dan mati lampu. Sebagai back up maka digunakan sistem settingan jam atau pengaturan waktu yang biasa dikenal dengan Timer. Hal ini dimaksudkan agar sistem otomatisasi tetap berjalan walaupun terdapat beberapa kendala.

0 komentar:

Posting Komentar